Oleh: Oleh    M. Busrah
Widyaiswara  LPMP  Prov. Sulawesi Selatan

Manusia mulai ketakutan akan adanya pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh kemajuan industry dan teknologi tersebut. Hal ini mudah dipahami karena apabila lingkungan telah tercemar maka daya dukung alam akan kelangsungan hidup manusia akan terganggu. Kalau hal ini terjadi makausaha untuk meningkatkan kualitas hidup atau kenyamanan hidup manusia akan gagal.
Salah satu dampak pencemaran karbon monoksida (CO), apabila terhisap ke dalam paru-paru akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dapat terjadi karena gas CO bersifat racun metabolis, ikut bereaksi secara metabolis dengan darah.seperti halnya oksigen, gas CO mudah bereaksi dengan darah (hemoglobin). Hal inilah yang menyebabkan mudah terkena serangan jantung.

Karbon monoksida atau CO adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan juga tidak berasa. Gas CO dapat berbentuk cairan pada suhu di bawah -1920 C. Gas CO sebagian besar berasal dari pembakaran bahan fosil dengan udara, berupa gas buangan.  
Pemakaian bahan bakar fosil dapat berdampak pada pencemaran lingkungan, walaupun tidak semata-mata disebabkan oleh karena kegiatan industry dan teknologi saja, namun juga disebabkan oleh faktor lain yang menunjang kegiatan tersebut. Factor penunjang kegiatan industry dan teknologi adalah
1.    Faktor penyedia daya listrik
2.    Faktor transportasi
Mudah dipahami bahwa suatu kegiatan industry dan teknologi pasti akan membutuhkan tersedianya daya listrik, baik daya listrik yang terpusatkan milik pemerintah (PLN), maupun daya listrik yang dihasilkan oleh pihak industry atau pabrik itu sendari. Demikian pula mengenai transportasi yang sangat diperlukan untuk kelancaran kegiatan industry dan teknologi. Transportasi diperlukan untuk mengangkut bahan baku dari daerah pertambangan ke tempat industry (pabrik) untuk diolah lebih lanjut menjadi bahan jadi (produk). Selanjutnya dengan transportasi pula produk yang dihasilkan dibawa ke pemakai.
Faktor penyedia daya listrik dan factor transportasi keduanya adalah penyebab terbesar pamakaian bahan bahan bakar fosil, baik berupa batubara maupun minyak bumi. Sebagai perkecualian yang tidak menggunakan bahan bakar fosil adalah Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA), Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB), Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Unduh File disni