20 October 2011

Menghias kain dengan sulaman sudah dikenal sejak dahulu baik sulaman tangan maupun dengan bordir mesin dengan menggunakan benang sulam.
Dewasa ini menyulam tidak terbatas pada benang saja tapi menggunakan berbagai bahan termasuk pita hias yang terbuat dari bahan katun, sintetis maupun sutera. Bahan pita dengan berbagai jenis dan ukuran ini banyak ditemui ditoko-toko dikota maupun di daerah seperti pita sain, piter ban, pita organdi, dll.
Dulu pita hias penggunaannya sangat terbatas pada hiasan rambut anak putri dan pengikat atau penghias pembungkus kadow dan assesoris berupa corsage (hiasan bunga mawar).
Hampir semu pita dapat digunakan asal tidak terlalu tebal karena akan sulit dimasukkan dalam jarum maupaun pada kain.
Tusuk dasar menyulam dengan pita sama dengan menyulam dengan benang perbedaannya pada penggunaan jarumnya yaitu jarum kasur/jarum kristik yang lubang jarumnya sangat besar dan agak tumpul.
Dengan demikian dianjurkan untuk memilih bahan yang akan dihias dipilih bahan yang tenunanya jarang tapi kuat seperti kain organdi, strimin.
Sulaman pita ini dapat dikombinasi dengan sulaman benang dan payet atau mote.
Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian pada kreasi pita hias ini adalah :
- Memiliki kemampuan dasar menghias kain dengan benang, mengetahui macam-macam tusuk dasar dasar sulaman benang seperti tusuk batang, tusuk jelujur, tusuk tikam jejak, tusuk rantai dan tusuk feston.
- Ketepatan memilih kain dasar, pilih kain yang kokoh tapi tenunannya jarang.
- Pilih pita hias yang ukurannya sedang dan tipis.
- Pilih disain yang tidak terlalu rumit.
- Kemampuan memilih warna yang serasi dan menarik, keserasian antara pita hias dengan bahan dasarnya.
Macam-macam tusuk hias pita ini dapat diterapkan pada busana dan benda pakai seperti tas, hiasan dinding, dan sarung bantal kursi. Dengan merancang terlebih dahulu ragam hiasnya.apakah hiasan sudut, hiasan pinggir atau hiasan tengah. Dengan ketelitian dan kerapihan dalam membuatnya, dan ketepatan kombinasi warna yang serasi tentu akan menghasilkan karya seni tinggi dan sekaligus dapat memiliki nilai jual yang menjajikan.
Oleh : Dra. Aisyah Jafar M.M
Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan
Selengkapnya silahkan unduh artikel dibawah ini