Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) Online

Click on the slide!

Pelaksanaan UKG di ruang labkom di SMAN 2 Masamba

Click on the slide!

Suasana UKG Online di TUK SMKN 1 Polewali Sulawesi Barat

Click on the slide!

Para peserta sedang mengerjakan soal-soal UKG

Click on the slide!

Pelaksanaan UKG Online di Kab. Maros serta Peninjauan oleh Kabid PSMP LPMP Sulsel dan Tim dari BPSDMPK-PMP

Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks

Mardin

Widyaiswara LPMP Sulsel


A.   Pendahuluan

Proses belajar  formal yang diselenggarakan di sekolah bertujuan untuk menguasai sejumlah kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik, baik kognitif ( Pengetahuan), afektif (sikap), maupun psikomotor (ketrampilan) sesuai dengan tingkatan pendidikannya. Untuk itu, peserta didik diarahkan pada kegiatan pembelajaran yang bisa membawa perubahan pada diri peserta didik secara terencana. Interaksi yang terjadi selama proses belajar tersebut sangat dipengaruhi oleh lingkungan, antara lain: pendidik, bahan / materi,  berbagai sumber belajar, dan media pembelajaran.

Pendidik termasuk widyaiswara bukanlah satu-satunya sumber belajar, peserta didik atau peserta pendidikan dan pelatihan bisa belajar melalui  media. Oleh karena itu, peserta didik dapat berinteraksi dengan media atau sumber belajar lain.  Para pendidik  dituntut untuk mampu memilih, membuat sendiri  media yang sangat sederhana atau  menggunakan media yang ada secara tepat, dan efisien. Semua yang ada di sekeliling kita adalah media, pertanyaannya sejauhmana kita bisa memanfaatkan  benda yang ada di sekitar kita menjadi media yang tepat, sehingga pembelajaran berlangsung secara efektif dan mampu memberikan hasil yang maksimal.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  dan iman dan taqwa semakin mendorong pendidik untuk mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Misalnya memanfaatkan komputer, serta mengakses informasi melalui jaringan internet.

Attachments:
Download this file (Pengembangan_Media.doc)Pengembangan_Media.doc[ ]274 Kb

Read more...

Disampaikan  bahwa dalam  rangka mendukung  penyelenggaraan  Program  Sertifikasi Guru khususnya di Provinsi Sulawesi  Selatan  dan Sulawesi Barat Tahun Anggaran  2012,  telah kami informasikan sebelumnya melalui  surat Kepala LPMP Sulsel Nomor: 2178lJ43tLLl20l2  tanggal 24 Juli 2012. Selanjutnya Lembaga Penjaminan Mutu
Pendidikan  (LPMP)  Sulawesi Selatan akan menyelenggarakan  kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Guru Pasca Uji Kompetensi Awal (UKA) Tahun 2012 mulai dari tanggal I
September  sampai  dengan  29 Nopember 2012 yang  terdistribusi  ke dalam 1l (sebelas) angkatan  pelaksanaan  diklat dengan pola 100 JP @ 45 menit.

Sehubungan  dengan itu, kami mohon  kepada  Bapak  agar kiranya dapat mengijinkan dan menugaskan  peserta sebagaimana  terlampir  untuk mengikuti kegiatan  yang dimaksud. Kegiatan Pendidikan  dan Pelatihan Guru Kelas Pasca Uji Kompetensi  Awal (UKA) Tahun 2012 Angkatan I (pertama)  akan diselenggarakan  pada  tanggal  I sampai dengan  10 September 2012 di Lembaga  Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan,  Jl. A. P. Petta Rani Makassar.  Peserta diterima  pada hari Sabtu, 1 September 2012, Jarn:08.00 -  10.15  (wita). Pembukaan: hari Sabtu,  I September 2A72,  Iam 10.30 - 12.00  (wita).

Seluruh peserta agar membawa :

  1. Surat tugas dari atasan langsung.
  2. Keterangan sehat dari Dokter/Puskesmas.
  3. SPPD dari LPMP Sulsel yang telah di tanda tangani pejabat yang berwenang dan distempel.
  4. Kurikulum, Silabus, RPP, Buku/Materi Pembelajaran IPA, Metematika, IPS, Bahasa Indonesia, PKn dan Tematik.
  5. Pakaian Hitam Putih lengan panjang berdasi dan batik.
  6. Membawa Laptop/Notebook


* Berikut file surat dan daftar nama peserta terlampir, silahkahn di unduh.


Attachments:
Download this file (UKA angkatan 1.pdf)Pasca_UKA_Angt_1[ ]979 Kb
Download this file (UKA angkatan 2.pdf)Pasca_UKA_Angt_2[ ]1324 Kb

ENDANG ASRIYANTI AMIN SIKKI

Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan


Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang Undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan menfasilitasi guru untuk dapat mengembangkan keprofesiannya secara berkelanjutan. Merujuk dari aturan tersebut diatas yaitu PP Nomor 19 Tahun 2005 dan khususnya lagi Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru pasal 1 ayat 1 bahwa setiap guru wajib memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru yang berlaku secara nasional. Salah satu kompetensi yang wajib dipenuhi guru adalah standar professional

Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran adalah salah satu poin kompetensi professional yang harus dimiliki oleh guru. Seorang guru yang baik harus  mampu melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan, mampu memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu dan mampu melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu.

Read more...

Mardin

Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan


PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan sesungguhnya adalah transformasi budaya, sehingga persoalan budaya dan karakter bangsa yang kurang baik akan menjadi sorotan tajam masyarakat terhadap pelaksanaan pendidikan di setiap satuan pendidikan. Sorotan itu mengenai berbagai aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak, wawancara, dialog, dan gelar wicara di media elektronik. Selain di media masa, para pemuka masyarakat, para ahli, dan para pengamat pendidikan, dan pengamat sosial berbicara mengenai persoalan budaya dan karakter bangsa di berbagai forum seminar, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Persoalan yang muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, kehidupn politik yang tidak produktif, dan sebagainya menjadi topik pembahasan hangat di media massa, seminar, dan di berbagai kesempatan. Berbagai alternatif penyelesaian diajukan seperti peraturan, undang-undang, peningkatan upaya pelaksanaan dan penerapan hukum yang lebih kuat.

Alternatif lain yang banyak dikemukakan untuk mengatasi, paling tidak mengurangi, masalah budaya dan karakter bangsa yang dibicarakan itu adalah pendidikan. Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif  karena pendidikan membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. Sebagai alternatif yang bersifat preventif, pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi muda bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab berbagai masalah budaya dan karakter bangsa, mengapa tidak karena pendidikan sesungguhnya adalah transformasi budaya. Memang diakui bahwa hasil dari pendidikan akan terlihat dampaknya dalam waktu yang tidak segera, tetapi memiliki daya tahan dan dampak yang kuat di masyarakat dalam waktu yang relatif lama sehingga membangun pendidikan sesungguhnya investasi jangka panjang.

Read more...

ENDANG ASRIYANTI AMIN SIKKI

Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan

Berbicara tentang  pengawas sekolah tentu tidak akan terlepas dari fungsi pengawas itu sendiri,sampai dimana ruang lingkup pengawas,serta,tugas dan tanggung  jawabnya didalam melaksanakan dan mengimplementasikan program dan kegiatan kepengawasan baik secara akademik maupun secara manajerial.di satuan pendidikan. Adapun bidang pengawasan sebagaimana yang dinyatakan dalam Permenegpan dan  RB nomor 21  tahun 2010 terdiri atas pengawasan taman kanak-kanak/raudhatul athfal, sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah, pengawasan rumpun mata pelajaran/mata pelajaran, pendidikan luar biasa, dan bimbingan konseling dengan  beban kerja  selama 37.5 jam perminggu

Didalam melaksanakan tugas dengan beban  kerja selama 37.5 jam per minggu sebagaimana yang disebutkan diatas, maka kewajiban pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas adalah:

Attachments:
Download this file (PERAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM EDS.doc)PERAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM EDS.doc[ ]78 Kb

Read more...

Darwis Sasmedi

Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan

Abstract: This classroom action research aims at increasing  the motivation and speaking performance of the third year students of SMA Negeri 2 Makassar. The model applied was problem-based instruction utilizing picture/logo as the basis for classroom interaction. The use of picture in a problem-based instruction is expected to increase the students’ motivation to speak English and to improve their speaking performance and fluency. The research cycle started with intial assessment of the students’ speaking performance and barriers to speak English. This strategy encouraged the students to speak and express ideas in their groups and to comment and ask questions during the large group presentation. In the second cycle, the students chose the members of their groups since they asked for own group membership preference. The ability of the students to speak English indicated a significant improvement, an average of 1.14 score point increase (p <.0.5). The use of picture as a lead of the problem-based instruction encourages all  students to speak English, overcomes the lack of ideas and worry of making mistakes when they are asked to speak English. It is therefore suggested that the use of picture/logo or emblem as a lead to a problem-based instruction be applied to encorage the SMA students to speak English.

Key Words: Improving, the students’ ability to speak English, pictures, through problem based instruction

Read more...