Program Kerja LPMP Sulsel

Click on the slide!

Klik Gambar Untuk Download Buku Sekolah Elektronik Kurikulum 2013

More...
Click on the slide!

Calon Instruktur Nasional Kurikulum 2013 Mengikuti Acara Pembukaan

More...
Click on the slide!

Acara Pembukaan Diklat Calon Instruktur Nasional Kurikulum 2013 jenjang SD Kelas 1 & IV oleh Pejabat Struktural LPMP dan Diknas Sulsel

More...
Click on the slide!

Penandatangan MoU LPMP Sulsel - Yayasan Kartika untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

More...
Click on the slide!

Peningkatan Kompetensi Guru di Lingkungan Yayasan Kartika

More...
Click on the slide!

Lomba Cipta Seni Batik Nusantara

More...
Click on the slide!

Rapat Koordinasi LPMP Sulsel - Diknas Kab/Kota dalam Rangka Persiapan Pelaksanaan Kurikulum 2013

More...
Click on the slide!

Para peserta sedang mengerjakan soal-soal UKG Online 2014 di TUK SMP Angkasa Maros

Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks

 Vaksinasi tidak menjamin  kekebalan. Kekebalan alami terjadi hanya setelah seseorang pulih dari penyakit yang sebenarnya. Selama sakit, mikroorganisme biasanya harus melewati banyak sistem alami dalam pertahanan kekebalan tubuh hidung, tenggorokan, paru-paru, saluran pencernaan dan jaringan getah bening sebelum mencapai aliran darah. Seperti halnya mikroorganisme memicu banyak peristiwa biologis yang penting dalam membangun kekebalan alami. Ketika anak mendapat penyakit baru, ia mungkin merasa sakit selama beberapa hari, lalu ia akan sembuh. Satu-satunya perbedaan pada vaksinasi adalah anda melakukannya secara buatan, dengan cara yang lebih aman.

Hal ini karena sebagian besar penyakit tidak memberikan kesempatan untuk hidup di luar serangan pertama. Pikirkan tentang penyakit seperti tetanus, cacar dan difteri. Jutaan orang di seluruh dunia meninggal karena penyakit yang ditakuti ini sebelum vaksin dikembangkan. Penyakit lain telah menyebabkan kerusakan permanen pada tubuh individu yang masih hidup. Apakah Anda ingin mengambil kesempatan kehilangan hidup atau menjadi cacat hanya untuk mencoba cara alami. (Rahmatiah)


Attachments:
Download this file (Pengaruh Vaksinasi Terhadap Bayi.pdf)Pengaruh Vaksinasi Terhadap Bayi.pdf[ ]374 Kb


I M R A N
Widyaiswara LPMP SulSel

Abstrak

Perpustakaan sekolah memiliki peran yang sentral dalam peningkatan minat dan budaya baca di sekolah, olehnya itu para pemangku kepentingan di tingkat sekolah harus memiliki strategi yang efektif untuk mengembangkan perpustakaan. Jika pengelolaan perpustakaan sekolah dilakukan dengan baik akan memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan pendidikan di sekolah tersebut.

Perpustakaan idealnya harus memiliki sarana dan prasarana yang lengkap sehingga dapat memperlancar pengelolaan perpustakaan sehingga dapat mencapai visi dan misinya. Pengelolaan perpustakaan secara manual berimplikasi terhadap rendahnya kualitas layanan perpustakaan. Kualitas layanan perpustakaan yang rendah dapat berimplikasi pada lambatnya perkembangan pendidikan di sekolah.

Salah satu strategi yang ideal diterapkan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan adalah dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pengelolaan perpustakaan. Sehingga peran perpustakaan dapat dikelola dengan dengan maksimal. Salah satu aplikasi pengelolaan perpustakaan yang dapat diterapkan di tingkat sekolah adalah aplikasi perpustakaan yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional yang berbasis Open Source, yaitu Senayan Library Management System (SLIMs). Dengan menerapkan aplikasi Slims di sekolah, diharapkan kualitas layanan dapat meningkat yang akan bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

Kata Kunci : Perpustakaan, TIK, Slims, Open Source.



Dapat diunduh pada lampiran di bawah ini:

Kecerdasan emosional  pada anak khususnya anak-anak yang sedang menjalani masa studi di sekolah sangatlah penting. Emotional Quotient atau sering disingkat dengan EQ adalah kemampuan individu dalam menghadapi berbagai elemen dalam kehidupan yang berubah-ubah. Para psikolog juga sepakat bahwa  EQ/ kecerdasan emosi adalah kapasitas belajar anak dari pengalaman-pengalaman yang pernah didapatkannya. Kecerdasan emosi juga diartikan sebagai kemampuan adaptasi individu terhadap kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya. Seringnya orang tua mengesampingkan kecerdasan emosi anaknya dan lebih memilih menonjolkan  prestasi akademiknya. Dampaknya anak dibebani dengan tuntutan belajar yang tinggi, rutinitas mengerjakan tugas dan PR, dan kegiatan akademik lainnya tanpa diimbangi dengan kegiatan-kegiatan yang dapat menstimulasi kecerdasan emosi anak. Demikian juga sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah. Sebagian besar sekolah di Indonesia masih kurang menerapkan kegiatan-kegiatan yang dapat membangun kecerdasan emosional para siswanya. Sekolah lebih fokus pada peningkatan IQ daripada EQ. Alhasil kepekaan para siswa dengan sesama sosialnya menjadi berkurang. (Nur Auliah Hafid)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran jaring laba-laba (webbed) terhadap peningkatan kemampuan kognisi anak usia dini di Taman Kanak-kanak Pertiwi Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain preetest-posttest kontrol group design. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif model pembelajaran jaring laba-laba (webbed) terhadap peningkatan kemampuan kognisi anak usia dini di Taman Kanak-kanak Pertiwi Makassar. Artinya bahwa kemampuan kognisi anak yang menggunakan model pembelajaran jaring laba-laba (webbed) lebih tinggi daripada kemampuan kognisi anak yang tidak menggunakan model pembelajaran jaring laba-laba. (Rahmaniar)