Program Kerja LPMP Sulsel (Maret-April 2014)

Click on the slide!

Klik Gambar Untuk Download Buku Sekolah Elektronik Kurikulum 2013

More...
Click on the slide!

Calon Instruktur Nasional Kurikulum 2013 Mengikuti Acara Pembukaan

More...
Click on the slide!

Acara Pembukaan Diklat Calon Instruktur Nasional Kurikulum 2013 jenjang SD Kelas 1 & IV oleh Pejabat Struktural LPMP dan Diknas Sulsel

More...
Click on the slide!

Penandatangan MoU LPMP Sulsel - Yayasan Kartika untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

More...
Click on the slide!

Peningkatan Kompetensi Guru di Lingkungan Yayasan Kartika

More...
Click on the slide!

Lomba Cipta Seni Batik Nusantara

More...
Click on the slide!

Rapat Koordinasi LPMP Sulsel - Diknas Kab/Kota dalam Rangka Persiapan Pelaksanaan Kurikulum 2013

More...
Click on the slide!

Para peserta sedang mengerjakan soal-soal UKG Online 2014 di TUK SMP Angkasa Maros

Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks

Sistem pemilihan yang dibangun dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen, membawa perubahan yang sangat signifikan dari Undang-Undang Dasar 1945 yang disyahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945. Perubahan dalam system demokrasi Pancasila yang menurut Soekarno adalah system perwakilan, dan setelah diamandemen berarti istilah pemilihan langsung atau rakyat yang memilih langsung Presidennya tidak sejalan dengan istilah perwakilan. demikian pula dalam system pemilihan pemerintahan di daerah, baik daerah tingkat I maupun di daerah tingkat II, mengalami pergeseran dari pemilihan Gubernur yang dilakukan wakil rakyat di DPRD tingkat I atau pemilihan Bupati/walikota yang dilakukan oleh wakil rakyat di DPRD tingkat II kini telah masuk dalam system pemilihan kepala daerah secara langsung yang dikenal dengan Pilkada atau pemilukada. memperhatikan pelaksanaan seperti itu ini harus dipahami bahwa demokrasi Pancasila berada dalam system demokrasi Liberal.

Ada beberapa hal yang prinsip, harus diluruskan pada rakyat mengenai hasil Koalisi Merah Putih memenangkan pelaksanaan voting dalam mengesahan Rancangan Undang-Undang Pilkada pada dini hari tanggal 26 September 2014 yang lalu, agar masyarakat tidak terombang ambing dalam berita yang berkembang di sampaikan oleh para pengamat atau politikus melalui berbagai media/  dialog dan pendapat para pakar, bisa mendorong suasana masyarakat dalam kondisi instabilitas.
Yang paling penting menurut penulis bahwa antara pilkada langsung dan pilkada melalui DPRD, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak yang paling sempurna antara keduanya, namun bagi penulis mau sampaikan kepada pembaca bahwa setelah diputuskan pilkada tidak langsung atau pilkada melalui DPRD, perlu menjelaskan kepada para pembaca tentang putusan tersebut, bermaksud untuk memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang terjadi selama ini, setelah kita melaksanakan pemilihan langsung dalam menentukan siapa yang akan menjadi Bupati/wakil Bupati atau Walikota/wakil walikota maupun jadi gubernur/wakil gubernur selama era revormasi.


Tawuran antara pelajar sering terjadi, terutama di kota-kota besar, hanya dengan persoalan sepele. Mereka ramai-ramai melakukan perkelahian massal. Kondisi seperti ini mereka anggap soal biasa-biasa saja, padahal sesungguhnya sangat berbahaya dan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis pelajar. Untuk mengurangi kejadian tersebut, pihak pendidik harus tampil prima dalam mendidik dengan menunjukkan karakter dan akhlak mulia yang patut diteladani oleh semua peserta didik.  
Keteladanan dalam pendidikan merupakan  metode influentif yang paling meyakinkan keberhasilannya dalam mempersiapkan dan membentuk peserta didik  berkrakter dan berakhlak mulia. Hal tersebut menjadi modal dasar untuk menata hidupnya di masa datang.

Pancasila sebagai Dasar Negara digali dari nilai-nilai hakiki nenek moyang kita oleh para pendiri bangsa ini melalui sidang BPUPKI dari tanggal 29 Mei sampai tanggal 1 Juni 1945. Nilai-nilai tersebut diantara lima tokoh pendiri bangsa ini dari awalnya memberikan pendapat yang berbeda-beda bila dilihat dari subtansi sila kesila lainnya, namun pada padanya semuanya menyadari bahwa persoalan kebangsaan menjadi hal yang amat penting di miliki oleh bangsa yang akan didirikan, sehingga kalau kita perhatikan kelima tokoh tersebut menempatkan masalah kebangsaan pada sila pertama.
Memperhatikan salah satu nilai yang ada di atas, perlu kiranya semua elemen bangsa ini berpikir yang sama terhadap bangsa ini pada saat ini dan pada saat yang akan datang untuk memiliki hakikat yang sama dengan para pendiri bangsa ini. Persoalan kebangsaan ini penting, karena hanya dengan menenamkan semangat dan nilai kebangsaan, suatu bangsa bisa menjadi kuat dan kokoh dalam menata keberadaannya sebagai Negara yang berdaulat di atas goncang-gancing berbagai belahan dunia yang dilanda oleh demokrasi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Banyak contoh yang terdari diberbagai belahan dunia yang tampak didepan mata kita, bahwa sesungguhnya negara itu berada pada pilihan antara kedaulatan bangsanya dan sisi lain menghadapi dunia yang kencangnya mendorong bangsa lainnya untuk menyelesaikan setiap persoalan kebangsaannya dengan cara demokrasi.